Tuesday, December 26, 2006

Selamat jalan 2006

Bismillaahir Rahmaanir rahiim,

Hm…., nggak terasa beberapa hari lagi tahun 2006 akan pergi meninggalkan kita untuk selamanya, tak akan pernah lagi kita menemuinya lagi sampai kapanpun. Itulah hukum alam yang telah ditetapkan olehNYA., tinggal kita saja menyikapinya, apakah kita akan terus-terusan seperti perilaku kita tahun 2006 atau berubah kearah yang lebih baik di tahun 2007 nanti. It’s all depend on us…

Telah banyak hal yang kita kerjakan di 2006, the good thinks and may be the bad one. Kita peduli ?

Telah banyak juga heboh di negeriku tercinta ini dengan segala macam kejadian, yang repotnya kejadian-kejadian itu didominasi oleh hal-hal yang sifatnya negatif. Rasanya sangat sedikit sekali hal-hal yang positif yang kita dengar, atau memang yang positif itu terhindarkan dari berita? Itulah yang terjadi, musibah demi musibah tak henti menghunjam negeri ini dengan gamblangnya.
Kita peduli ?

Tsunami Aceh, longsor Jawa Tengah dan Timur, Banjir di Kalimantan, Tsunami Pangandaran, gempa di Jogja. Apalagi?
Kita peduli?

Tiap tahun calon jemaah haji bertambah, bahkan untuk DKI bila kita daftar sekarang, baru akan keangkut tahun tahun 2009! Haji-haji….maksiat tak henti juga. KPK-KPK…., korupsi makin menggila… Itulah potret negeri kita sekarang. Majalah Playboy dibiarkan beredar, katanya pemerintah can do nothing! Majalah-majalah lainnya yang serupa tapi bajunya lain bergelimpangan dipinggir jalan dengan leluasa. Negeri ini negeri apa sih? Di Negara asalnya majalah maksiat tersebut peredarannya dijaga ketat, tidak boleh diperjualbelikan di sembarang tempat, disini ? Wow….syurganya maksiat jangan-jangan berkiblat kesini nantinya, wong segala boleh…

Kasus yang masih hangat diakhir tahun adalah…video porno yang terhormat anggota DPR dari Golkar yang katanya hampir menjadi Menteri Agama! Na’udzubillah…

Ini kaleidoskop? Ah bukan, cuman sekedar mengeluarkan isi hati yang lagi gundah melihat wajah negeriku tercinta. Betapa tidak? Negeri ini telah berhasil menggulung faham atheis, negeri ini katanya negeri yang besar dengan hampir seratus persen rakyatnya percaya pada adanya tuhan, percaya adanya dosa, percaya adanya neraka.
Tapi ?
Kita peduli?

Kesimpulanku adalah, kita jaga keluarga masing-masing dengan membuat benteng yang kokoh melalui pemahaman agama. Kita sudah tidak lagi mengharapkan kepada pemerintah, they can do nothing! Giliran penjahat ditangkap juga, diadili, nggak lama kemudian dia sudah bebas lagi berkeliaran. Ya ALLAH………., ampuni aku!

Kuatkan iman aku dan keluarga ya ALLAH dan janganlah ENGKAU palingkan kami sesudahnya.

Amin….

Monday, December 18, 2006

Selamat berjuang Ua...

Kemarin sore 17/12/06 aku bersama istri tercinta datang menemui Ua Een Ciamis yang akan berangkat ke Baitullah bareng bersama putri tercintanya Euis Dini. Aku bertemu mereka di Asrama Haji Bekasi (karena mereka jamaah asal Jawa Barat). Rombongan dari Ciamis datang sekitar jam 17.30 ke Asrama Haji Bekasi, aku sudah menunggu bareng Ua Lilih, Ua Fei dan Ade Herry dari jam 17.00

Sebagaimana biasa, begitu rombongan masuk (11 Bus), kita agak sulit untuk menemui (aku tidak sempat pergi ke Ciamis sewaktu acara walimatusy syafar karena acara itu dilaksanakan pada hari kerja, Selasa 12/12/07). Untung sang menantu Ua Een, Endang, adalah petugas Jamaah Haji di Ciamis, jadi kita dapat kemudahan untuk menemui mereka barang sebentar.Menurut rencana, sore ini terbang ke Mekah.

Alhamdulillah, rombongan Ciamis terdiri dari 440 jamaah yang akan ke Baitullah, diangkut dengan bus sebanyak 11 bus. Melihat rombongan yang hendak berangkat k tanah suci, rasanya hati mau terbang ikut lagi….

Berangkatlah Ua, Euis ke Baitullah. Kami di tanah air mendo’akan semoga diberi kekuatan dan kesehatan sehingga dapat menunaikan seluruh amalan rukun, wajib dan sunnah hajji selama di tanah suci dan dapat kembali ke tanah air dengan sehat, selamat dan mendapat hajji yang mabrurah. Amin….

Thursday, November 30, 2006

Seri Kesehatan

MENGAPA DARAH MENGENTAL ?

Ada satu pertanyaan yang masuk ke mailbox saya, yaitu "Mengapa harus minum air putih banyak-banyak..?"
Well, sebenarnya jawabannya cukup "mengerikan" tetapi karena sebuah pertanyaan jujur harus dijawab dengan jujur, maka topik tersebut bisa dijelaskan sbb:

Kira-kira 80% tubuh manusia terdiri dari air.

Malah ada beberapa bagian tubuh kita yang memiliki kadar air di atas 80%.Dua organ paling penting dengan kadar air di atas 80% adalah :

OTAK DAN DARAH.. .!!!

Otak memiliki komponen air sebanyak 90%,
Sementara darah memiliki Komponen air 95%.

Jatah minum manusia normal sedikitnya adalah 2 liter sehari atau 8 gelas sehari.

Jumlah di atas harus ditambah bila anda seorang perokok.

Air sebanyak itu diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh kita lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi. Apa yang terjadi bila kita mengkonsumsi kurang dari 2 liter sehari...?

Tentu tubuh akan menyeimbangkan diri. Caranya...? Dengan jalan "menyedot" air dari komponen tubuh sendiri.Dari otak...?

Belum sampai segitunya (wihh...bayangkan otak kering gimana jadinya...), melainkan dari sumber terdekat : Darah. !!

Darah yang disedot airnya akan menjadi kental. Akibat pengentalan darah ini, maka perjalanannya akan kurang lancar ketimbang yang encer.

Saat melewati ginjal [ tempat menyaring racun dari darah ] Ginjal akan bekerja extra keras menyaring darah. Dan karena saringan dalam ginjal halus, tidak jarang darah yang kental bisa menyebabkan perobekan pada glomerulus ginjal. Akibatnya, air seni anda berwarna kemerahan, tanda mulai bocornya saringan ginjal. Bila dibiarkan terus menerus, anda mungkin suatu saat harus menghabiskan 400.000 rupiah seminggu untuk cuci darah

Eh, tadi saya sudah bicara tentang otak ' kan...?

Nah saat darah kental meng alir lewat otak, perjalanannya agak terhambat. Otak tidak lagi "encer", dan karena sel-sel otak adalah yang paling boros mengkonsumsi makanan dan oksigen, Lambatnya aliran darah ini bisa menyebabkan sel-sel otak cepat mati atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya..[ ya wajarlah namanya juga kurang makan...]

Bila ini ditambah dengan penyakit jantung [ yang juga kerjanya tambah berat bila darah mengental...],maka serangan stroke bisa lebih lekas datang

Sekarang tinggal pilih: melakukan "investasi" dengan minum sedikitnya 8 gelas sehari- atau- "membayar bunga" lewat sakit ginjal atau stroke.

Pilih...!

Sunday, November 26, 2006

Sisdur Bertengkar

Ini ada suatu cerita dari saudara kita mudah2 an akan bermanfaat bagi. Kita semua yang udah nikah, mau nikah, atau punya niat untuk nikah bertengkar adalah phenomena yang sulit dihindari dalam kehidupan berumah tangga, kalau ada seseorang berkata: "Saya tidak pernah bertengkar dengan isteri saya !"
Kemungkinannya dua, boleh jadi dia belum beristeri, atau ia tengah berdusta. Yang jelas kita perlu menikmati sa'at-sa'at bertengkar itu, sebagaimana lebih menikmati lagi sa'at sa'at tidak bertengkar. Bertengkar itu sebenarnya sebuah keadaan diskusi, hanya saja dihantarkan dalam! muatan emosi tingkat tinggi. Kalau tahu etikanya, dalam bertengkarpun kita bisa mereguk hikmah, betapa tidak, justru dalam pertengkaran, setiap kata yang terucap mengandung muatan perasaan yang sangat dalam, yang mencuat dengan desakan energi yang tinggi, pesan pesannya terasa kental, lebih mudah dicerna ketimbang basa basi tanpa emosi.

Tulisan ini murni non politik, jadi tolong jangan tergesa-gesa menghapusnya Ketika saya dan si pencuri [hati saya] -- eh enggak koq dia tidak curi hati saya, malah saya kasihan dengan ikhlas dibarter hatinya yg tulus.

Pada awal bertemu dengan pencuri hati saya, setelah saya tanya apakah ia bersedia berbagi masa depan dengan saya, dan jawabannya tepat seperti yang diharap. Kami mulai membicarakan : seperti apa suasana rumah tangga ke depan. Salah satu diantaranya adalah tentang apa yang harus dilakukan kala kita bertengkar, dari beberapa perbincangan hingga waktu yang mematangkannya. Tibalah kami pada sebuah Memorandum of Understanding, bahwa kalau pun harus bertengkar, maka:

1. Kalau bertengkar tidak boleh berjama'ah. Cukup seorang saja yang marah marah, yang terlambat mengirim sinyal nada tinggi harus menunggu sampai yang satu reda. Untuk urusan marah pantang berjama'ah, seorangpun sudah cukup membuat rumah jadi meriah. Ketika ia marah dan saya mau menyela, segera ia berkata "STOP" ini giliran saya! Saya harus diam sambil istighfar. Sambil menahan senyum saya berkata dalam hati : "kamu makin cantik kalau marah, makin energik ..." Dan dengan diam itupun saya merasa telah beramal sholeh, telah menjadi jalan bagi tersalurkannya luapan perasaan hati yang dikasihi... "duh kekasih .. bicaralah terus, kalau dengan itu hatimu menjadi lega, maka dipadang kelegaan perasaanmu itu aku menunggu ...." Demikian juga kalau pas kena giliran saya "yang olah raga otot muka", saya menganggap bahwa distorsi hati, nanah dari jiwa yang tersinggung adalah sampah, ia harus segera dibuang agar tak menebar kuman, dan saya tidak berani marah sama siapa siapa kecuali pada isteri saya :) Maka kini giliran dia yang harus bersedia jadi keranjang sampah. Pokoknya khusus untuk marah, memang tidak harus berjama'ah, sebab ada sesuatu yang lebih baik untuk dilakukan secara berjama'ah selain marah :)

2. Marahlah untuk persoalan itu saja, jangan ungkit yang telah terlipat masa (maksudnya masa lalu kita). Siapapun kalau diungkit kesalahan masa lalunya, pasti terpojok, sebab masa silam adalah bagian dari sejarah dirinya yang tidak bisa ia ubah. Siapapun tidak akan suka dinilai dengan masa lalunya. Sebab harapan terbentang mulai hari ini hingga ke depan. Dalam bertengkar pun kita perlu menjaga harapan dan bukan menghancurkannya. Sebab pertengkaran di antara orang yang masih mempunyai harapan, hanyalah sebuah foreplay, sedang pertengkaran dua hati yang patah asa, menghancurkan peradaban cinta yang telah sedemikian mahal dibangunnya. Kalau saya terlambat pulang dan ia marah, maka kemarahan atas keterlambatan itu sekeras apapun kecamannya, adalah "ungkapan rindu yang keras". Tapi bila itu dikaitkan dgn seluruh keterlambatan saya, minggu lalu, awal bulan kemarin dan dua bulan lalu, maka itu membuat saya terpuruk jatuh. Bila teh yang disajinya tidak manis (saya termasuk penimbun gula), sepedas apapun saya marah, maka itu adalah "harapan ingin disayangi lebih tinggi". Tapi kalau itu dihubungkan dgn kesalahannya kemarin dan tiga hari lewat, plus tuduhan "Sudah tidak suka lagi ya dengan saya", maka saya telah menjepitnya dengan hari yang telah pergi, saya menguburnya di masa lalu, ups saya telah membunuhnya, membunuh cintanya. Padahal kalau cintanya mati, saya juga yang susah ... OK, marahlah tapi untuk kesalahan semasa, saya tidak hidup di minggu lalu, dan ia pun milik hari ini .....

3. Kalau marah jangan bawa bawa keluarga ! Saya dengan isteri saya terikat baru beberapa masa, tapi saya dengan ibu dan bapak saya hampir berkali lipat lebih panjang dari itu, demikian juga ia dan kakak serta pamannya. Dan konsep Quran, seseorang itu tidak menanggung kesalahan fihak lain (QS.53:38-40). Saya tidak akan terpantik marah bila cuma saya yang dimarahi, tapi kalau ibu saya diajak serta, jangan coba coba. Begitupun dia, semenjak saya menikahinya, saya telah belajar mengabaikan siapapun di dunia ini selain dia, karenanya mengapa harus bawa bawa barang lain ke kancah "awal cinta yang panas ini". Kata ayah saya : "Teman seribu masih kurang, musuh satu terlalu banyak". Memarahi orang yang mencintai saya, lebih mudah dicari ma'afnya dari pada ngambek pada yang tidak mengenal hati dan diri saya..". Dunia sudah diambang pertempuran, tidak usyah ditambah tambah dengan memusuhi mertua!

4. Kalau marah jangan di depan anak anak ! Anak kita adalah buah cinta kasih, bukan buah kemarahan dan kebencian. Dia tidak lahir lewat pertengkaran kita, karena itu, mengapa mereka harus menonton komedi liar rumah kita. Anak yang melihat orang tuanya bertengkar, bingung harus memihak siapa. Membela ayah, bagaimana ibunya. Membela ibu, tapi itu 'kan bapak saya. Ketika anak mendengar ayah ibunya bertengkar :

Ibu : "Saya ini cape, saya bersihkan rumah, saya masak, dan kamu datang main suruh begitu, emang saya ini babu ?!!!"
Bapak : "Saya juga cape, kerja seharian, kamu minta ini dan itu dan aku harus mencari lebih banyak untuk itu, saya datang hormatmu tak ada, emang saya ini kuda ????!!!!
Anak : "...... Yaaa ...ibu saya babu, bapak saya kuda .... terus saya ini apa ?"
Kita harus berani berkata : "Hentikan pertengkaran ! !" ketika anak datang, lihat mata mereka, dalam binarannya ada rindu dan kebersamaan. Pada tawanya ada jejak kerjasama kita yang romantis, haruskah ia mendengar kata bahasa hati kita ???

5. Kalau marah jangan lebih dari satu waktu shalat ! Pada setiap tahiyyat kita berkata : "Assalaa-mu 'alaynaa wa 'alaa'ibaadilahissholiihiin" Ya Allah damai atas kami, demikian juga atas hamba hambamu yg sholeh .... Nah andai setelah salam kita cemberut lagi, setelah salam kita tatap isteri kita dengan amarah, maka kita telah mendustaiNya, padahal nyawamu ditangan Nya. OK, marahlah sepuasnya kala senja, tapi habis maghrib harus terbukti Lho itu janji dengan Ilahi ..... Marahlah habis shubuh, tapi jangan lewat waktu dzuhur, Atau maghrib sebatas isya ... Atau habis isya sebatas....??? Nnngg .. Ah kayaknya kita sepakat kalau habis isya sebaiknya memang Tidak bertengkar ... :) Tapi yang jelas memang begitu, selama ada cinta, bertengkar anĂ­llala "proses belajar untuk mencintai lebih intens" Ternyata ada yang masih setia dengan kita walau telah kita maki-maki. Ini saja, semoga bermanfa'at, "Dengan ucapan syahadat dan ijab qabul itu berarti kita menyatakan diri untuk bersedia dibatasi". Selamat tinggal kebebasan tak terbatas yang dipongahkan manusia yang merasa pintar

Saturday, November 25, 2006

Seri Diskusi

QS 57 Al Hadiid :21

Berlomba-lombalah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.

QS 3 Ali Imraan : 133

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

Ikhwan,

Yang saya tahu bahwa, saat ini (dialam lahir ini) ciptaan ALLAH yang dapat kita lihat, rasakan dan amati adalah “hanya” bumi dan langit dan segala isinya. Dengan kata lain “hanya” langit dan benda-benda yang ada didalamnya, atau “hanya” langitlah…. Tidak ada lagi ciptaan ALLAH selain itu, tidak ada lagi “ruang” selain itu.

Nah, dari ayat-ayat diatas, DIA menerangkan bahwa Syurga itu “seluas langit dan bumi”, lalu nanti dimana adanya Neraka (kan ruangnya sudah dipakai syurga) ?

Thursday, November 23, 2006

Assalaamu’alaikum,

Selamat bersua kembali blogger, udah lama rasanya nggak update. Maklum masih jadi kuli, bukan yang membayar kuli – so masih harus ngerjain tugas yang dibebankan, akhir tahun lagi….

Apa kabar nih….baik kan ya ? Syukur Alhamdulillaah…

Mau cerita seputar “menghilang” kemarin….

Lebaran tahun ini kami sekeluarga jadi tunggu komplek! Ngak kemana-mana. Sungguh bosan berhari-hari di rumah. 10 hari tanpa beranjak dari rumah, bayangkan……..! Padahal biasanya jalan tuh, Ciamis – Yogya – Klaten – Magelang – Klaten – Yogya – Ciamis – Jakarta. Nah…… Kemarin, kamar – depan – Mall – kamar lagi – tidur…. Bosan ya ?

Nggak pulang memang ke Ciamis karena kakakku yang nomor dua berencana mau pergi ke tanah suci (Ceu / Ua / Nini Een Ciamis), jadi awal Desember nanti kita mau pada ngumpul disana. Mudah-mudahan bias ngumpul, nikmat kalau udah ngumpul!

Sekarang soal kegiatan (2 anggota) keluarga..

OQ

Seperti yang udah ditulis di blog dulu, kuliah dia kelihatannya “tidak disitu” hatinya. Kayaknya dia sekedar “menjalankan kewajiban” belajar saja hari-hari ini. Kelihatannya makin hari makin nampak, sementara semester 6 udah didepan mata. Jurusan ekonomi tidak begitu, bahkan mungkin sama sekali tidak, menarik bagi dirinya. Kita sebagai ortu-nya jadi repot, maksa supaya seriuspun jadi sulit karena biasanya alasannya : “kan itu mamah yang mau oq disitu!” ?

So, sekarang kita ayun aja, dorong kemana dia mau tapi dengan catatan: Serius!

Dia lebih senang dunia design sekarang ini, design grafis. Kemarin dia minta dibeliin camera digital untuk bahan belajar design. Dia juga udah menerima order pembuatan buku atau album kenangan perpisahaan anak-anak SMA atau order dari mamahnya kalau kantornya lagi mau ada acara. Kemarin ini dia ikut lomba design di kampusnya. Yah, asal positif aja ya ?

Enca

Belum terlalu banyak berubah dari yang kemarin. Awal-awal tahun ajaran baru kemarin sih, rada gembira kita, kelihatannya agak pesat, eh….. mlorot lagi!

Bagaimana caranya menimbulkan rasa PD dia ya? Kayaknya kendala satu-satunya yang saat ini menghantui itu, ya itu… rasa PD! Begitu itu muncul, rasanya keluhan selama ini akan hilang dengan sendirinya, karena kecerdasannya seperti ada “tabir” yang menghalangi sehingga kecerdasan tersebut masih bersemayam saja didalam dirinya, belum keluar.

Any suggestion?

Tuesday, October 24, 2006

Minal 'aidin wal faidzin

Ikhwan wa Akhwat,

Mari kita sambut hari kemenangan dengan pakaian terbaik kita yang berbahan kesabaran, berbenang kesucian dan berhias keikhlasan

Taqabbalallaahu minna wa minkum, Minal ‘Aidin wal Faidzin.

Selamat ‘Iedul Fitri , 1 Syawal 1427 H

Mohon maaf lahir dan bathin atas segala kesalahan dan dosa saya dan keluarga

Wednesday, October 04, 2006

Assalamu’alaikum warrahmatullaahi wabarakaatuh,

Hampir satu boelan nggak apdit blog, kemana aja sih? Tah kitu pertanyaan my beloved ozi…
Alhamudillah, sehat bro, cuman lagi banyak tugas we…He..he..he.., mau bilang sibuk malu, mau bilang nggak ada waktu juga malu… Lagi banyak kerjaan sih di tempat kerja, maklum kuli jadi kudu ikut aturannya…..

Mau diskusi lagi?
Belum ah… belum ada bahan bakal diskusi. Ntar aja ya lagi cari bahan.
Gimana nih pak Prof, pak Ir dan pak PhD kabarnya? Sehat ya, Alhamdulillaah…
Ini aja renungan, kemaren waktu kultum ane bawain ini di masjid saat shalat tarawih, bahannya dari milis tetangga...
KEAJAIBAN SEDEKAH

Urusan sedekah adalah urusan hati & keikhlasan setiap umat di dunia ini. Ada yang merasa bahwa setiap harta/uang yang dia terima adalah milik sekaligus hak pribadinya & tidak untuk siapa-siapa apalagi untuk dibagi-bagikan. Audzubillahmindzalik.., namun ada banyak juga berpendapat bahwa setiap harta/uang yang diterimanya adalah titipan Allah semata & wajib disedekahkan kepada yang berhak.
Bagi hamba Allah yang merasa bahwa semua harta serta kedudukan adalah titipan, dengan jiwa yang besar & hati yang tulus ikhlas akan mengeluarkan kewajibannya, walaupun apa yang dia cintai dia korbankan, walaupun dalam keadaan tak punya apapun & terbelit kemiskian, akan tetap rela memberikanya demi mendapat Ridlo Allah SWT.
Aku masih dalam taraf belajar tentang keimanan apalagi soal sedekah, aku hanya ingin berbagi cerita betapa Keajaiban Sedekah itu benar-benar ADA & Allah sungguh Maha Kaya & Pemurah.
Minggu siang, tak seperti biasa aku menyalakan TV, ketemulah salah satu TV Swasta yang menayangkan Acara Keajaiban Sedekah, Tausyiah dibawakan oleh Ust. Yusuf Mansur dengan gaya bahasa sederhana, mudah dipahami, dibumbuhi bahasa gaul ala betawi, mudah dicerna, enak didengar & langsung masuk & mengena direlung hati yang dalam.
Kebetulan ada 2 Nara sumber yang dihadirkan dalam Acara tsb. mengupas betapa Keajaiban Sedekah itu telah merubah hidupnya mengalami kesulitan & dengan bersedekah Allah telah menggangkat semua kesulitan yang dialaminya dalam waktu yang "takjub" bahkan Allah melipat gandakan bakhan berlipat-lipat dari sedekah yang dikeluarkan. Sosok Bapak muda, Bpk. Drs. Mulyadi, MM, secara ikhlas & penuh haru menceritakan bahwa saat itu beliau terlilit hutang bermilyar-milyar, bahkan semua harta & rumah yang beliau miliki serta rumah ibunya akan disita oleh pihak bank, belum lagi hutang-hutang & piutang yang macet.
Jum’at sepulang mendengarkan "vonis eksekusi" penentuan tanggal penyitaan rumah dari bank, beliau begitu kalut, mobil BMW nya tersita, beliau praktis naik bus way yang dalam hidupnya belum pernah merasakan naik bus way. Sehingga kalutnya akhirnya beliau memutuskan turun & mampir ke Masjid Al-Azhar untuk berikhtikaf & secara kebetulan saat itu sedang ada Tausyiah dari Ust. Yusuf Mansur mengulas tentang Keajaiban Sedekah. Beliau masih belum percaya ada keajaiban sedekah, tapi beliau penasaran ingin mengikuti tausyiah tsb. Ketika Ust. Yusuf Mansur menghimbau jamaah untuk mensedekahkan apa yang dimiliki jamaah saat hadir di masjid tsb. (apa saja untuk disumbangkan dengan hati ikhlas, Insya Allah, Allah akan mengangkat segala kesulitan kita). Satu-satunya harta yang beliau miliki saat hadir, hanya jam tangan kesayangannya, jam tangan yang beliau impikan untuk dimiliki sejak kecil. Jam Bulgary seharga US$ 300.00 dengan ikhlas & maja terpejam beliau letakkan disurban yang telah disedikan oleh Ust. Yusuf Mansur bagi para jamaah yang hadir untuk menyumbangkan apa saja yang dibawa saat itu. "Kriiinggg..", telpon genggam Pak Mulyadi berdering tak berapa lama setelah menyumbangkan jam tangan idamannya. Beliau masih belum percaya adanya keajaiban sedekah walaupun rekanannya yang menelpon mengabarkan bahwa proposal proyeknya telah disetujui. Beliau masih didalam masjid & masih belum yakin akan keajaiban tsb. Sabtu, Minggu dilaluinya & rekanannya telah mengabarkan bahwa nilai proposal proyeknya seharga 3 Milyar telah disetujui tapi tetap belum yakin. "Hari Eksekusi" pun tiba, Senin. Petugas bank yang beliau tunggu-tunggu ternyata belum datang juga. Dengan hati galau beliau menerima telp petugas bank yang mengabarkan bahwa penyitaan dibatalkan karena petugas bank mendengar bahwa proyek beliau disetujui. Subhanallah… "Betapa hati saya sungguh terharu, ketika saya ke ATM, & terlihat direkening bank saya telah masuk uang sebesar Rp. 3.000.000.000,-," begitu ucapan Pak Mulyadi dengan suara agak parau terharu bahagia agak berkaca-kaca membagikan sharing Keajaiban Sedekah dihadapan Jamaah di salah satu Masjid Tanah Abang Blok A & juga dihadapan para pemirsa televise siang itu. Subhanallah..Allahu Akbar… Sekian persen dari nilai tsb. telah disumbangkan ke Dewan Masjid Al-Azhar. Saya tertegun, terharu, merinding mendengar sharing beliau yang menurut Pak Ust. Yusuf Mansur, bhw. Beliau adalah Ketua Dewan Masjid DKI (cmiiw), jaditinggal menunggu jebolnya pipa pahala tsb. untuk terus mengalir. Ada banyak saksi hidup yang mengalami kejaiban sedekah tsb., salah satunya adalah artis penyanyi Ikang Fauzi yang kebetulan juga menjadi nara sumbernya. Betapa Bung Ikang yang tadinya merasa bahwa buat apa bersedekah sudah capek-capek mencari uang, itukhan hak saya, saya tabung. Namun setelah mendengar salah satu ceramah ttg. Sedekah beliau mulai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bung Ikang merasa, walaupun tetap menabung dibank tapi hidupnya tetap tidak berubah tanpa bersedekah. Menabunglah untuk akherat & duniamu melalui sedekah.
Aku ada cerita lagi, 2 stories saja ya yang saya dapat dari Ust. Yusuf Mansur yang berbagi cerita siang itu di TV.:

1. Seorang ibu A mengeluhkan anaknya sudah 5 bulan tidak bayar SPP, suatu hari ibu tsb. mempunyai uang senilai lima puluh ribu, disampaikannya kabar gembira tsb. ke anaknya bahwa besok kita akan melunasi uang SPP yang tertunggal sebanyak 5 bulan.
Suatu pagi, rumahnya didatangi oleh seorang ibu B (tetangganya) yang menangis tersedu-sedu & mengeluh bahwa anaknya belum bayar SPP selama 7 bulan, & bermaksud untuk pinjam. Dengan hati ikhlas ibu A memberikannya uang lima puluh ribu tsb. ke Ibu B. Betapa tulus hati Ibu A tsb., tak berselang lama Ibu A mendapat kabar bahwa anaknya mendapat bea siswa & dibebaskan dari uang SPP…

2. Seorang Pemuda yang sudah sekian tahun belum juga mendapatkan pekerjaan, kemudian dia nadzar "Bila suatu saat nanti mendapat pekerjaan, saya tidak membutuhkan uangnya yang penting saya bekerja",begitu nadzarnya. Singkat cerita, akhirnya mendapat panggilan kerja. "Tanpa CV & cukup KTP saja, anda bisa langsung kerja, & tempat kerja anda bisa dilantai 1, 10, 8 diruang mana saja, anda kami terima sebagai office boy," begitu penjelasan sang pewawancara. Satu bulan kemudian, pemuda tsb. gajian, dia ingat akan janjinya bahwa dia tidak membutuhkan uang hanya pekerjaan saja. Dengan jiwa besar, uang hasil keringatnya selama sebulan disumbangkan kepada kaum dhuafa. Allah Maha Pemurah, Maha Pengasih. Pemuda yang bekerja sbg. Office boy tsb. telah bergaji hampir 8juta-10juta perbulan, darimana? Ternyata Allah memberikan pahala itu datangnya dari segala arah, salah satu contohnya, saat pemuda tsb. disuruh beli mie ayam sipenyuruh memberikan uang 200rb, & kembaliannya diberikan ke pemuda office boy tsb., & ada saja rejeki itu datang tak disangka-sangka. Oppss…, time is up, waktuku habis nih, semoga sharingku bisa menggugah untuk rajin bersedekah, aku pernah mendengar salah satu Tausyiah dari Mbak Sasha (DT Jkt. Saat Tour DT ke Bandung) bahwa 3 permohonan doa dari orang-orang yang meninggal dunia (dikutip dari La Tansa Book, buku terlaris di Timor Tengah, cmiiw).
Ya Allah, seandainya aku diberi kesempatan satu kali saja, aku akan melaksanakan Sholat Sunnah.
Ya Allah, seandainya aku diberi kesempatan satu kali saja, aku akan terus mengucapkan Shalawat.
Ya Allah, seandainya aku diberi kesempatan satu kali saja, aku akan terus melaksanakan SEDEKAH.
Betapa pentingnya sedekah, Hari ini Bulan ini Bulan Suci Ramadhan, bulan penuh rahman, saat yang terbaikuntuk berlomba-lomba memperbanyak sodaqah.., Insya Allah, Keajaiban Sedekah merubah hidup kita..Amiin. Segala kesalahan & kekurangan datangnya dari saya yang jauh dari kesempurnaan, & segala kebenaran hanyalah datangnya dari Allah.. Selamat Berpuasa, kita jemput hidayah Allah..


Wednesday, September 06, 2006

Relax lagi, nerusin jalan-jalan

Pukhet

Hari berikutnya setelah Singapura dan Malaysia lanjut ke Pukhet di Thailand selatan. Dari Penang makan waktu sekitar 14 jam, tapi karena berangkatnya malam, jadi bisa tidur.
Mendarat di Pukhet pagi sekitar jam 08.00. Kapal nggak merapat di pantai, tapi agak ditengah karena pantainya dangkal. Aku lihat, tanahnya itu putih, dimana-mana kelihatan putih. Belum lagi bangunannya yang hampir semuanya dicat putih, kalau siang bolong silau kali.

Hal yang bikin aku kaget adalah, begitu turun dari kapal, naik bis, jarak 300 meter keluar dari pelabuhan, eh... ada masjid! Rupanya lebih dari 50 % penduduk Pukhet adalah muslim. Disepanjang perjalanan ke Phang Ngha Bay, terdapat penunjuk yang menggambarkan ada mesjid. Alhamdulillah, melihat Islam di negeri Thailand aku bersyukur. Namun kabarnya muslim disini dianggap warga negara kelas dua, sulit untuk menjadi pegawai negeri.

Masuk kota Pukhet, bis kita ada masalah. Bisnya nyerempet mobil pick up, jadi tertahan lama. Kayaknya nggak ada pungli deh, urusan resmi tapi bertele-tele, kita jadi rugi waktu keambil nongkrong di tepi jalan. Polisi datang, membuat foto kejadian (sebelum polisi datang, mobil dibiarkan seperti apa adanya yang menggencet mobil pick up). Kira-kira makan waktu 2 jam, baru kita bisa jalan, bisnya diganti.
Suasana kotanya bener-bener mirip dengan kota kecil kita semisal Bekasi. Ada toko-toko berjajar, ada tukang roti nongkrong. Yang geli, ada gerombolan Ojek, kayak di tanah air! Tapi teratur, nggak saling jegal ambil penumpang. Tukang ojeknya berseragam. Dalam perjalanan ke Phang Ngha Bay, suatu tempat rekreasi di laut arah selatan dari Pukhet, begitu lewat jalan umum dan lewat perkampungan, 100 % kayak lagi mau ke Jawa dari Jakarta. Rumah-rumah, halamannya yang numpuk segala ada, jemuran, wah mirip banget deh, jadi kayak bukan di Thailand.
Jalan keluar kotanya bagus seperti jalan toll, bersih dan terawat nggak kayak di kita (urusan kebersihan kita kalah melulu ya?). Jalan di Thailand sama seperti di kita, sebelah kiri. Disana banyak sekali mobil-mobil bikinan lokal mereka yang juga diexport ke Indonesia seperti Toyota Soluna dan Vios. Ada juga Avanza buatan sini yang diexport kesana. Waktu itu kita melalui beberapa kota kecil lagi. Bener-bener mirip di tanah air, ada iring-iringan cukup banyak mengarak anak kecil yang didandanin, kemudia iring-iringan itu masuk ke tempat ibadah agama , wihara (aku jadi ingat kalau iring-iringan itu di Sumedang adalah iring-iringan pengantin sunat). Geser sedikit kedepannya, kita tertahan lagi dengan iring-iringan orang-orang dewasa. Sama pake baju dengan atribut-atribut macam-macam (ini kayak kita arak-arakan 17 san)

Sampai di Phang Ngha Bay, kita turun. Ternyata kita akan dibawa ke laut dengan memakai kapal layar yang terkenal dengan sebutan tuktuk, sejenis kapal tradisional yang dibuat dari kayu yang diberi atap dengan pendorongnya adalah mesin mobil diesel!. Kita akan dibawa ke pulau-pulau kecil di laut Phang Ngha Bay. Sebetulnya tidak cocok kalau dikatakan pulau karena itu hanya blok-blok batu yang menyembul keluar dari laut dengan ketinggian yang rasanya sulit kalau ada manusia buat rumah diatasnya, cukup curam. Menurut guide, dari sekian banyak pulau pulau kecil, hanya ada empat pulau yang dihuni manusianya, salah satunya yang akan kita kunjungi.
Setelah melewati hutan bakau yang lebat, sampailah kita di pulau tersebut. To my surprise, ternyata penduduk pulau ini 100 % muslim! Diperkampungan itu ada masjid, satu masjid. Konon kabarnya penduduk ini dahulunya, ratusan tahun yang lalu, datang dari pulau Jawa, mangkanya dalam mata pelajarannya ada pelajaran bahasa Jawa. Lucu ya? Semua guru-gurunya adalah lokal penduduk kampung tersebut (penduduk kampung tersebut kurang lebih katanya 200 KK), satu-satunya guru yang datang dari luar adalah guru bahasa Thailand, yaitu orang asli berdarah Thailand. Biarpun jauh di laut, tapi pulau ini banyak dikunjungi wisatawan, kelihatannya denyut ekonomi warganya banyak digantungkan kepada wisatawan itu tadi. Abis mana bisa bercocok tanam ?
Jangan mengira penduduk ini tinggak diatas pulau! Mereka tinggal di luar pulau, maksudnya di pinggiran pulau batu tadi. Mereka membuat rumah di atas laut (aku jadi berfikir sekarang, saat Tsunami Aceh kemarin kena nggak ya?). Ditengah perkampungan tersebut ternyata dipenuhi pasar, yang dijual adalah, tentu saja souvenir khas Pukhet. Yang menarik, mereka mampu berbicara bahasa Melayu! Aku sempat ngobrol sama seorang ibu-ibu pake bahasa melayu. Katanya dia sudah turun temurun tinggal disitu dan aslinya katanya dari Malaysia. Ada yang bikin geli waktu itu, aku beli cendera mata, begitu sampai di Jakarta pecah…Mana belinya kemahalan lagi! Sebenernya aku sendiri yang salah. Saat belanja, uang ringgit Malaysia bercampur sama Thai Baht, sementara uang Malaysia jauh lebih bernilai ketimbang Baht. Kalau tidak salah 1 ringgit sama dengan 200 Baht. Nah saat bayar cindera mata tersebut aku bayar pake ringgit Malaysia. Tentu saja aku rugi dan dia seneng! Baru sadar setelah tiba lagi di darat.
Terdapat banyak pulau-pulau kecil, tapi memang tidak disinggahi karena tidak ada yang dapat dilihat. Akhirnya kami dibawa ke suatu pulau lagi yang ada guhanya, katanya pulau ini adalah lokasi dimana waktu film James Bond 007 dulu dibuat (Tomorrow never dies), aku difoto-foto disitu.

Sebelum balik ke Pukhet, ada acara jamuan makan seluruh penumpang kapal yang turun di Pukhet. Makannya disediakan di hotel kelas melati mungkin ya. Berdiri di pinggir laut. Saat nunggu makan, aku jalan-jalan keliling hotel. Di Front office-nya hotel, ada stand yang jual cindera mata juga, karena aku lihat dia berjilbab maka aku tanya (pake bahasa Inggris) dimana mesjid. Dia bilang, mesjid disini nggak ada, dia shalat disitu saja katanya. Terus dia bilang, pada mau makan? Aku jawab iya, hati-hati katanya, makanannya nggak halal, ada babinya. Wow…. Untung ada yang ngasih tahu. Ujung-ujungnya aku cuman makan nasi sama nanas! Heu…heu…, jauh-jauh datang dari Jakarta, makan cuman sama nenas doang. Yang lain kulihat makan nya pada lahap banget, cape sih abis keliling. Kupikir, si penjaga stand tadi mungkin warga pulau yang abru saja aku kunjungi, masalahnya dia berjilbab.

Pulang dari Phang Ngha Bay, kita diajak ke galeri tempat mengerjakan berlian, tempatnya luas karena disamping mengerjakan berlian tersebut, juga sebagai show room. Biasa, kita disuruh belanja kali. Disini aku beli cendera mata kecil-kecil, kerajinan tangan khas Thailand. Bisa ditebak lah, pasti kerajinan tangannya banyak yang berbentuk gajah. Ya betul, aku beli gajah-gajahan kecil, perahu-perahuan dll.

Di Pukhet ini, kalau aku jalan sendiri dan tersesat, bakalan repot bin susah. Kenapa? Karena disini tidak ada penunjuk jalan (khusunya bagi turis), yang ada penunjuk jalan itu atau pengumuman-pengumunan seluruhnya pake bahasa lokal yang tulisannya kayak huruf jawa kuno. Gelap deh jadinya. Cuma enaknya kotanya, sampai ke kota kecilpun beresih, asri.
Lagi di Pukhet ini, tahu-tahu HP ku berdering, aku kaget, ada yang kenal aku di Thailand?. Kulihat nama callernya nggak muncul, ya memang ini kan negara orang, providernya lain. Waktu aku jawab, eh ternyata Ade Heri (keponakanku), dia ngasih tahu arisan minggu besok di rumahnya siapa gitu, aku lupa. “De aku nggak bisa dateng, aku lagi di luar nih. Salam aja yah”

Dari Pukhet ini, pulangnya langsung ke Singapore tanpa berenti lagi di Malaysia. Ada hal menarik ketika berlayar pake “Star Virgo” ini. Karena perjalannya menyusur pantai timur semenanjung Malaysia, kadang-kadang provider selulerku “Telkomsel” muncul, kalau muncul, tanpa aku sia-siakan, aku langsung sms ke Jakarta, lumayan kan jadi murah ketimbang sms pake provider Malaysia atau Thailand.
Sesampai di Singapura, aku malas jalan-jalan. Kotanya kecil nggak ada apa2nya. Besok harinya terbang ke Jakarta

Monday, September 04, 2006

Nyeri suku

Assalamu’alaikum,

Masih emut kana posting sim kuring anu awal agustus kalangkung? Sim kuring kan ngabewarakeun rehna sim kuring tos sae deui, Alhamdulillah.

Saleresna, panyawat sim kuring teh dina sampeyan, suku upami bahasa sadidinten teh. Mimitina mah sampeyan kenca, ujug-ujug bareuh dina tonggongna teh, palebah 2 cm luhureun cingir sampeyan. Basa lalandong harita, dokterna teh bingung cenah, kunaon ieu? Walhasil si dokterna teh teu terangeun, kunaon sampeyan kuring teh. Nya, dipasihan obat anti nyeri bae nya cenah. Kuring mah daek bae, anu poko mah kan cageur.

Sabaraha poe kalangkung, aya 3 poe kuring teu ka kantor, tapi Alhamdulillaah, suku teh cenghar deui, kuring teh posting di blog, tos cageur deui!

Eh…. Saminggon kalangkung, eta panyakit teh pindah kana suku anu katuhu! Ayeuna nyengcle bae di luhureun jempol katuhu. Waduh…. Nyeri kacida, jalan oge ti kamar ka meja bade dahar, teu dugi…
Anu ieu mah rada lucu, ieu mah mani tilu kali bolak balik ka dokter. Untung aya anu mayar, da sakali ka dokter the mani tilu atawa opat ratus rebu kitu. Tetep bae panyakit the anteng…

Nah, basa mindo panyakit ieu, ayeuna dina jempol suku katuhu. Dokterna teh sasauran, ieu rematik. Tos atuh dipasihan obat rematik sareng anti biotik. Mendingan atuh eta bareuh teh kempes, lumayan tiasa ka kantor. Ari seep obat anti biotik, naha bet bareuh deui? Ka dokter deui. Gantos dokter, ari anu ieu, asam urat cenah! Wah, teu puguh, gantos dokter geuning gantos penyakit? Ari diraraos teh, saban seep obat anti biotik, teras karugrag deui. Ah ieu mah panyakitna can kapanggih yeuh... ayeuna teh keur bareuh deui, margina, obat anti biotik tos seep....

Insya ALAH, ke dinten rebo mah bade ka dokter khusus tulang, raraosan teh sigana ieu mah panyaki tulang.

Du’akeu nya?
Catetan : ih, mani hese pisan sasauran sunda, tos lami direumbeuy ku bahasa Indonesia. Ieu oge meureun aya 40 % di edit deui, seueur reumbeuyannana...

Monday, August 28, 2006

Seri Diskusi : Siapa yang beliau lihat?

Aku berlindung kepada ALLAH dari syaitan yang terkutuk.

“Maha suci ALLAH yang telah memperjalankan hambaNYA pada suatu malam dari Masjid al Haram ke Masjid al Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya DIA adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat ” QS 17:01

DIA telah memperjalankan salah seorang manusia yang terpilih untuk dipanggil menghadap kepadaNYA di Sidratul Muntaha, dengan kekuasaanNYA, perjalanan itu hanya berlangsung beberapa jam saja, bolak balik. Isra’ dan Mi’raj-nya nabi kita yang mulia bukan kehendak pribadinya, bukan kehendak nafsunya, melainkan atas kehendakNYA, dia diperjalankan olehNYA. Inilah suatu peristiwa yang sangat dahsyat dimuka bumi, suatu kejadian yang sangat fenomenal bahkan di alam semesta ini, dan hanya terjadi satu kali dan tak akan ada lagi sesudahnya! Beliau nabi kita yang mulia, telah sampai pada puncak alam semesta ini, puncak langit, puncak ilmu, Sidratul Muntaha, itulah tempat yang sangat mulia, bahkan Jibril pun tak punya hak untuk bisa masuk sampai disitu. Subhanallaah.

Nabi ALLAH Musa as berbicara langsung dengan ALLAH di Gunung Sinai, oleh-olehnya “sepuluh perintah Tuhan”. Nabi kita ? Nabi kita yang mulia Muhammad saw dipanggil langsung olehNYA ke Sidratul Muntaha! “Oleh-oleh”nya? Shalat wajib 5 waktu sehari semalam.
Seperti yang telah aku posted sebelumnya, beliau ini hanya satu-satunya manusia yang dapat menempuh perjalanan fenomenal, beliau “pergi” dengan kecepatan yang tak terkirakan, menembus kecepatan suara bahkan mungkin kecepatan cahaya! Sebagian ulama berpendapat bahwa beliau pergi dengan badan kasarnya sedangkan ulama lain mengatakan hanya spirit atau jiwanya saja. Aku sih setuju dengan pendapat pertama, berikut badan seutuhnya. Wallahu ‘alam (aku punya buku yang sangat menarik tentang yang satu ini, kelak aku post disini).

Nabi kita yang mulia telah mencapai ilmu yang yang paling tinggi diantara seluruh ummat manusia di muka bumi ini, dengan sampainya beliau yang mulia di Sidratul Muntaha, maka terbukalah beberapa rahasia ALLAH atas beliau seperti yang difirmankanNYA.
QS 53:14 - 18 “Di Sidratul Muntaha.
Didekatnya ada Syurga tempat tinggal, ketika Sidratul Muntaha diliputi sesuatu yang
meliputinya.
Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya dan tidak (pula)
melampauinya.
Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling
besar”

Di Sidratul Muntaha ini beliau menyaksikan atau melihat :

1. Syurga yang luasnya seluas langit dan bumi; dan
2. Neraka

Atas apa yang beliau lihat ini, terlihat juga beberapa penghuninya, baik penghuni syurga maupun penghuni neraka. Jibril menjadi “guide” yang menerangkan kenapa mereka masuk syurga dan kenapa mereka masuk neraka.

OK, bukan ini yang akan di-diskusikan, tapi ini :

Aku pernah membaca suatu hadits yang berbunyi begini :
“Sesungguhnya orang yang paling pertama masuk syurga adalah aku, baru kemudian Fatimah ….” Sayang, aku cari-cari dimana buku yang berisi hadits tersebut belum ditemukan.

Atau ini, sesungguhnya para penghuni, baik syurga maupun neraka, baru akan “diisikan” setelah dilakukan masa hisab (walaupun ada beberapa criteria yang akan langsung masuk syurga tanpa melewati hisab). Namun, sekali lagi aku katakana bahwa, ALLAH itu MAHA disiplin, MAHA taat azas, Syurga dan neraka akan “diisi” setelah masa hisab, artinya setelah alam semesta ini hancur binasa karena adanya qiamat. Manusia-manusia yang mati sebelum qiamat akan “menunggu” saatnya qiamat dialam barzah.

Dalam hadits diatas, dengan terang dan jelas beliau yang mulia menerangkan bahwa manusia yang paling pertama masuk syurga adalah beliau yang mulia, baru kemudian menyusul yang lainnya. Juga tulisan dibawahnya yang aku tulis menurut pendapatku bahwa, syurga belum terisi siapapun sampai saatnya tiba!

Diskusi : Siapa yang beliau lihat di syurga atau neraka, padahal menurut beliau yang masuk syurga duluan adalah dirinya? Kalau begitu syurga atau neraka sudah berpenghuni sebelum beliau?

Friday, August 25, 2006

Panglaman para mitra

Hari ini pulang kantor aku menerima pelajaran yang sangat berharga dan “terima kasih ya ALLAH atas pertolonganMU”

Jum’at 25 Agustus 2006 aku pulang kantor seperti biasa. Kali ini jam 17.00 sudah pulang. Setelah mampir sebentar lihat lomba karaoke di ruang rapat besar, sebagaimana biasa aku mendatangi tempat parkir kendaraanku jauh diujung pelataran parkir, kurang lebih 150 meter dari lobby kantor. Setelah memanaskan mobil sekitar 1 menit, aku mulai bergerak keluar untuk pulang. Antara menyadarinya atau tidak, aku merasa bahwa mobil ini agak berat sedikit, tapi aku jalan terus (jalan pelan sekitar 10 – 20 km per jam, biasa bubar kantor jalannya penuh)

Setelah berjalan kurang lebih 2 km, maih dalam antrian, kulihat ada motor, perempuan yang duduk dibelakang dan laki-laki yang duduk didepannya terus-terusan ngelihatin sesuatu di mobilku sambil menunjuk-nunjuk. Aku jadi heran ada apa gerangan, apa mobilku bumper belakangnya mau copot? Dalam keherananku, aku meminggirkan kendaraanku, berharap si motor itu berlalu di sebelah kananku. Sambil kubuka jendela, dia lewat disebelah kananku, dia berkata:”Ban-nya kempes!” katanya. Astagfirullah, aku turun. Masya ALLAH, ban belakang kiri mobilku kempes pes total, nggak ada anginnya sedikitpun. Wah bagaimana ini, rumahku masih jauh sekitar 30 km? Setelah berfikir, aku ingat di mobilku ada pompa listrik yang disambungkan ke lighter di dalam. Aku buka bagasi, kuambil pompa anginnya dan aku pompa itu ban. Tanpa sengaja, yang membuat banku kempes ternyata “ranjau” (orang-orang bilang demikian). Ranjau itu adalah semacam paku yang dibolongin tengahnya, jadi walaupun bannya tubeless, ban akan langsung kempes tanpa lama-lama! Itu biasanya kerjaan tukang tambal ban pinggir jalan yang sengaja menyebar paku tersebut supaya mobil mobil pada kempes. Walhasil, ban itu tak jadi aku pompa, percuma. Terpaksa aku berjalan pelan sambil berharap tak jauh dari situ ada tambal ban. Aku jadi berfikir, dari rumah waktu berangkat pagi tadi bagaimana, sudah kempes begini atau tidak?
Kurang lebih 1 km, aku behenti di tempat tambal ban (untung ketahuannya masih di jalan raya, bagaimana kalau di jalan toll? Ruwet!)

Rencananya aku pingin tuker aja sama ban serepnya, tapi nggak jadi berhubung ngeluarin ban serepnya nggak tahu caranya dan nggak ada alatnya (tahunya cuman ngegelindingin aja….)
“Di tambal aja bang” kataku. Si abang tukang tambal ban ini, belakangan kutahu namanya Manalu (keturunan Tapanuli), langsung membuka roda yang bocor untuk ditambal. Setelah hampir selesai, aku cari dompetku untuk menyiapkan pembayaran. Astagfirullah, rupanya aku nggak bawa dompet! Kucari ubek-ubekan di kantong laptopku, nggak ada, dicari dimana-mana nggak ada. Aku mulai gugup. Betapa tidak? Bagaimana aku harus membayar? Dompet, ATM, Kartu kredit tak satupunh yang aku bawa, bagaimana ini? Panik!
Aku hubungi istri, dia juga nyerah. Aku hubungi juga anakbuahku barangkali ada yang bisa nolong, rumahnya pada jauh. Astagfirullah, aku bakal menanggung malu? Setelah diketrukin (ceuk sunda mah diketrukkeun) duit yang ada di kantong cuman ada Rp. 13,000.00 itupun yang seribu terdiri dari uang logam dua biji masing-masing 500 san.Mau ngomong ama si abang tukang tambal ban, dia lagi ngerjain deket sama orang-orang, malu mau ngomong. Wah bagaimana ini? Akhirnya aku “nekad” ngomong sama dia :
” Bang, nambal ban ini berapa sih biayanya?” tanyaku.
”Lima belas ribu” katanya.
Peng aja kepalaku puyeng…. Aku nggak bisa bayar! Mau terus terang belum berani.

Mau nggak mau, tambal ban akan selesai dan aku harus bayar!
Bismillaah,
“Bang terus terang, aku lagi nggak bawa dompet, boleh nggak aku bayar sebagian dulu?” tanyaku harap cemas. Aku lihat roman mukanya berubah cemberut.
“Maaf deh bang, beneran aku nggak bawa dompet”
Dia diam. Wah gawat nih…
“Boleh bang?”
Dengan pertolongan ALLAH, walaupun dengan sulit dia berkata :”Iya, boleh deh”
“Ah, terima kasih bang, besok aku bayar dilebihin. Maaf ya bang” kataku.
Si abang diem aja. Aku jadi nggak enak hati.
Begitu selesai, aku kasih dia Rp. 10,000.00, yang tiga ribu aku tahan karena aku harus pulang lewat jalan toll dimana toll fee nya Rp. 3,000.00. Aku lihat dia berikan uangnya sama istrinya sambil menegok kearahku yang sdh di mobil siap untuk pulang, sang istri aku lihat ketawa. “Terima kasih ya ALLAH yang telah membukakan hati si abang tambal ban sehingga dia mau kubayar sebagian. Tanpa menoleh lagi aku buru-buru pergi. Malu……….

Note: Aku nggak bawa tas yang dompetku ada didalamnya, aku hari ini cuman bawa laptop aja. Dompet aku lupa bawa!


Tuesday, August 22, 2006

Kebersihan

Hadist Rasulullah yang mulia menyatakan bahwa, kebersihan adalah bagian daripada iman. So, didalam Islam, sesungguhnya sangat dituntut kebersihan. Dalam bersih kita sehat, dalam bersih kita nyaman, dalam bersih pemandangan juga enak untuk dilihat. Tapi, kenapa di negara Islam umumnya nggak bersih alias sedikit jorok? Tengok Indonesia, Bangladesh, Pakistan, Mesir dll, koq kelihatannya mengkesampingkan kebersihan? Justru di negara-negara non muslim negaranya bersih, tertib, teratur dan disiplin. Suatu PR yang besar......

Kalau pak Prof baca posting ini, saya ada suatu permintaan atau pengharapan. Begini. Menurut hadist yang diriwayatkan oleh beberapa orang sahabat beliau, setiap beliau selesai makan, beliau senantiasa selalu menjilat jari-jari tangannya. Pandangan awam (beberapa orang muslim juga berpendapat, beliau yang mulia seperti orang jorok karena selalu menjilat tangan sehabis selesai makan) mengatakan bahwa tindakan itu “tidak sopan dan jorok”. Saya punya pendapat lain. Beliau ini adalah seorang utusan ALLAH, seorang yang mulia dan tentu saja orang yang sangat istimewa kedudukannya diantara seluruh manusia dimuka bumi ini karena beliau adalah manusia yang dipilih, dibentuk sejak masih dalam kandungan, dijaga dll. Sampai saatnya beliau ditugaskan untuk menyampaikan risalah yang haq. Tentu saja perilaku beliau adalah perilaku yang sangat terjaga dari perbuatan yang sia-sia. Kita semua tahu bahwa, setiap perlilaku beliau, perkataannya, tindak tanduknya dan lain lain selalu dicontoh dan diikuti oleh seluruh ummat muslim. Mengerjakan yang selalu dikerjakan oleh Rasulullah adalah suatu hal yang mutlak dilakukan bila kita ummat muslim hendak melakukan ibadah, baik yang wajib maupun yang sunnah. Nah, dalam kaitannya dengan kebersihan tadi, jilatan Rasulullah atas tangannya (jari-jarinya maksud saya) setiap selesai makan tentu ada manfaatnya, saya tidak yakin perbuatan beliau itu sia-sia karena beliaupun tahu bahwa setiap apa yang beliau kerjakan diikuti oleh ummatnya. Untuk itu, saya mohon tolong dilihat secara ilmu kimia, apa gerangan yang menjadikan beliau itu melakukan hal tersebut setelah usai makan. Manfaat apa yang terkandung didalamnya, yang jelas, beliau sehat selama usia beliau yang 63 tahun. Memang salah satu kebiasaan beliau adalah, makan kalau sudah lapar dan behenti sebelum kenyang.
Saya yakin bahwa hal ini bisa dijelaskan, misalna dengan pendekatan menurut ilmu pengetahuan dan teknologi, misalnya melalui ilmu kimia…. Menurut ilmu yang saya pelajari, accounting, sulit dibuktikannya, yang ada hanya debit dan credit saja!

Tausiahnya sangat diharapkan, juga dari orang ozi ya…

Jalan-jalan 2

Singapore & Malaysia

Setelah 5 hari libur total (kamis - senin), hari ini baru masuk kerja lagi.

Relax dulu aja ah.... ngomongin jalan-jalan yang pernah aku jalani. Ini catatan pribadi, mau dibuang sayang, hitung-hitung disimpan aja di server. lumayan.


Jalan-jalan kedua kali ini terjadi Akhir September 2004, 3 bulan persis sebelum tsunami. Sama yaitu naik “Star Virgo”, cuman routenya yang lain. Kali ini routenya Singapura, Pulau Penang/Malaysia dan Pukhet/Thailand.


Begitu sampai di Singapura, kesan yang duluan nampak adalah kebersihannya, selanjutnya ya biasa saja kota ini. Cuma kota ini kita kenal sebagai kota tempat orang berbelanja saja. Mangkanya, begitu mendarat keduakalinya ini, koq disergap rasa bosan, padahal yang pertama dulu aku sempat sms istri, you suatu hari harus menyempatkan diri suatu hari kesini! Orchard Roadnya yang terkenal tempat belannja itu, sama saja dengan di Jakarta daerah kota atau Mangga Dua, dia menang bersih dan kita menang jujur para penjualnya nggak “nipu” kayak mereka. Pedestrian-nya lebar, luas, mangkanya cocok banget untuk jalan-jalan. Kalau kita masuk Pusat perbelanjaan besar terkenal, jangan heran kalau yang belanja itu pada bicara bahasa Indonesia! Mungkin lebih dari 50 % yang belanja adalah wong Indonesia….


Nipu? Iya, di Lucky Plaza (Shopping Center), kurang hati-hati kita, bakalan dikerjain, ditipu. Beli barang, apa yang ditunjuk, yang dibungkus barang yang lain. Balik lagi untuk minta ganti? Bakal berantem and nihil. Mungkin karena mereka tahu kita datang dari Indonesia. Menurutku, penduduk negeri singa ini agak sombong, mentang-mentang tingkat ekonomi mereka udah maju. Menurut survey katanya, mereka sudah sejajar dengan Eropa, mangkanya gaya hidup mereka, fasilitas dan sosialnya sudah hampir seperti Eropa. Katanya lho…
Pergi kemana-mana sangat mudah menggunakan sarana transportasi yang tersedia, bis, taxi dan MRT (kereta bawah tanah). Beli karcis RMT dilakukan melalui mesin, masukkan uang, keluar karcis. Begitu sampai ditujuan, masukin lagi ex karcis ke mesin ticket, keluar deposit uang kita yang ditahan saat beli ticket tadi (sekitar 2 SGD). Teratur sekali mereka, bahkan saat hendak naik taxi. Taxi berderet di pinggir jalan di tempat-tempat keramaian, kalau kita mau naix taxi, jangan harap bisa naik taxi sembarangan kayak di Jakarta tanpa mengantri. Ditolak! Kita harus antri.

Kalau soal makan memang harus hati-hati, salah-salah kita makan barang yang haram. Ada sih tulisan, misalnya “muslim food”, “halal” atau lainnya yang memberi tahu kita bahwa makanan itu layak untuk dikonsumsi umat muslim. Disebelah (timur atau barat, aku nggak begitu jelas), ada daerah muslim besar, disana ada masjid, rumah-rumah makan Pakistan, Timur Tengah dan lain-lain. Makan disini aman, cuman kebanyakannya makanan timur tengah, maklum penduduknya kebanyakan keturunan arab. Disana ada pusat perbelanjaan kecil tapi isinya padat banget, namanya Mustapha kalau nggak salah. Segala barang ada disini, elektronik, baju, tas, koper cendera mata dan lain-lain. Biasanya kita kalau ke Singapura, ini salah satu tempat favorite yang harus dikunjungi. Murah dan baik.

Begitu naik kapal, karena kapalnya itu-itu juga, tiba-tiba seperti waktu menginjakkan kaki di Singapura, merasa bosan dengan sendirinya padahal kali ini kamar tempat menginapnya di kelas balkon (mungkin bintang 5 kalau didarat). Pemandangan lautnya bagus karena kamarnya di balkon kebetulan menghadap laut.

Seperti yang dulu, kapal ini bagus banget dalam mengarungi perjalanannya, hening tidak gemuruh seperti kapal penumpang biasa. Kalau nggak nengok keluar kita nggak berasa bahwa kita lagi berjalan. Mungkin karena usia kapalnya masih baru ya? Kalau lagi iseng, pernah menelusuri badan kapal dari ujung ke ujung, dari depan ke belakang. Panjang banget. Ada lapangan Golf mini di lantai paling atas, Kolam renang, Fitness Center dan lain-lain. Yang asyik adalah waktu matahari mau tenggelam, cahaya disekeliling didominasi oleh warna kekuning-kuningan yang mantul ke laut. Orang-orang pada duduk di geladak sambil ngobrol, becanda dan foto-foto atau ambil gambar melalui handy camera. Disebelah kiri kanan kapal terlihat kapal-kapal tangker yang berjalan pelan karena beratnya. Kalau kita mau, banyak acara sebetulnya dikapal ini kalau mau diikuti seluruhnya, ada karaoke, film, kabaret dan roulet!

Kali ini penumpangnya kebanyakan dari India, mungkin 1/3nya India. Kabarnya mereka memang datang dari India langsung ke Singapura untuk kemudian langsung berlayar. Hebatnya, mereka sempat-sempetnya buat sinetron! Itulah peluang ya, jadi lebih murah kan?

Waktu masuk ke ruang kemudi, wah semuanya sudah serba digital, asyik banget deh.

Waktu mendarat di Penang, suasananya sama seperti Kuala Lumpur, cuman di Penang ini karena kotanya lebih kecil jadi agak lengang. Di Malaysia ini budaya Chinese sangat mencolok dengan berbagai atributnya, mulai dari gedung khasnya sampai kelentengnya yang banyak banget dan ada yang jadi objek wisata. Kehidupan agama cukup kental disini, baik Islam, Kong hu Cu dan lainnya berdampingan kayak kita di Indonesia dengan damai. Aku sempat shalat ‘Asar sendiri, cari mesjid sendiri, pada saat teman-teman lagi masuk ke salah satu kelenteng, kupikir dari pada masuk kelenteng – mendingan masuk mesjid! Mesjidnya di pinggir pantai, kecil. Padasannya diluar, melingkar dengan keran kurang lebih 4 buah. Mesjidnya sama dengan kita, kebetulan waktu itu berhenti di daerah pinggiran kota, jadi mesjidnya, maksudnya suasana, interior dana apa-apanya itu mirip banget dengan mesjid yang ada di kampung-kampung di pulau Jawa. Serasa di Indonesia, belum lagi ngomongnya hampir 90% mirip. Berbicara soal bahasa, 90 % memang sama, bedanya cuman cengkok aja kali. Tapi ada hal-hal yang lucu, aku baca plang di gedung-gedung baik itu pemerintah maupun swasta, banyak istilah-istilah yang bener-bener asing bagi kuping. Aku lupa istilah-istilah itu, tapi bener-bener jadi senyum saat membacanya. Satu lagi yang unik, mungkin kalau di Indonesia pasti dianggap keren, sopir-sopir bis yang disewa, bacaannya koran berbahasa Inggris! Kota ini pada saat Tsunami kabarnya kena dampaknya pula.

Guide yang membawa kita cerita bahwa, Tuan Mahathir itu bagus, dia sangat mendorong warga negara Malaysia untuk maju. Dia bebaskan biaya sekolah untuk orang yang berprestasi, orang yang pintar. Dia sangat menyokong upaya-upaya terobosan baru, riset-riset, dia bikin kawasan yang berteknologi tinggi di Kuala Lumpur (iya itu memang ada, kita sempat melewatinya). Pokoknya tuan Mahathir bagus katanya. Namun, hal yang menarik adalah, pada saat orang-orang berbicara mengenai politik, seperti kita dulu jaman Soeharto, sebelum bicara celingukan dulu takut ada yang nguping. Rupanya sistim politik jaman Mahathir hampir sama dengan jaman Soeharto, kritik-kritik yang pedas berakibat penjara! Cari makan disini juga harus rada hati-hati mengingat restoran restoran yang tersedia banyak sekali restoran chinese, jadi urusan B2 pasti tersedia. Tapi, meskipun nggak ada babi, maksudnya masakan melayu, belum tentu lidahku ini cocok. Repot memang aku ini soal makanan. Pernah lagi jalan mau cari makan, aku berdua temen lewat kantor polisi, ada papan pengumuman besar, begitu didekati, ada pengumuman “Wanted”, siapa yang di”wanted”? Ternyata Dr. Azahari sama Nurdin M Top, buron yang dicari yang sedang berada di Indonesia.

Sambil iseng habis makan, mata jelalatan lihat-lihat sekeliling. Eh, ada mobil Kijang? Di Malaysia dikasih nama lain, aku lupa namanya. Banyak juga sih mobil-mobil yang beredar juga di Indonesia. Yang mendominasi disana adalah mobil-mobil kecil, kabarnya memiliki mobil disana memerlukan banyak uang, masalahnya biaya pemeliharaan dan bahan bakarnya sangat mahal sekali. Itu berarti, kalau seseorang punya kendaraan roda empat, dia sudah kaya banget. Jelas, merek mobil yang mendominasi pasar adalah merek “Proton”, mobil buatan lokal Malaysia, kebanggaan Malaysia. Lalu lintasnya teratur, pada taat hukum lalu lintas. Hampir tidak ditemukan jalanan macet, mungkin karena jumlah mobilnya tidak seheboh di Indonesia? Yang menarik, kalau kita mau isi BBM, ada pom bensin yang nggak ada orangnya, kita datang, isi, nah bayarnya aku nggak tahu gimana caranya. Maklum cuman lihat dari bis. Tapi apapun, itu menandakan bahwa, rakyat Malaysia bisa dipercaya, tanpa pengawalan pun dia tidak berbuat curang.

Yang ke Pukhet aku simpan ke servernya besok lagi..

Thursday, August 17, 2006

17 belas agustus

Tujuh belas agustus tahun empat lima
itulah hari kemerdekaan kita
hari merdeka, nusa dan bangsa
hari lahirnya bangsa indonesia

merdeka....

Alhamdulillah, hari ini genap bangsaku memeriahkan kemerdekaan negaranya untuk yang ke enam puluh satu. Aku berdo'a, semoga bangsa ini akan cepat sembuh dari sakit moralnya. Segera. Amin...

Monday, August 14, 2006

Jalan - Jalan

He..he..he.. abis tiarap sekarang di bombardir dengan posting baru…

Lihat gambar diatas, itu foto lama, tahun 2001. Waktu itu perusahaan mengadakan gathering dengan model “jalan-jalan” naik kapal pesiar mewah “Star Virgo” yang melayani route Singapura sampai ke Pukhet (Thailand), tapi waktu itu kita ambil distination hanya sampai ke Kuala lumpur. Biasa jalan-jalan karena mencapai target tahun yang lalu. Semenara yang jalan-jalan sampai ke Pukhet aku lakukan di tahun 2004 lalu berdua sama temen.

Kita boarding “Star Virgo” di pelabuhan Singapura, kalau tidak salah berangkat sore hari, Rabu (atau Selasa) dan pulang hari Minggu. Gambar yang itu adalah saat kita mau turun di Port Klang, salah satu pelabuhan di Malaysia, kita disambut oleh “crew” kapal pesiar sambil “kudu” difoto dulu. Aku bilang kudu karena, biasa lah kayak di Jakarta, hasil jepretan tersebut ternyata “kudu”’ ya kudu lagi nih, kudu dibayar, harganya aku ingat SGD 20.- Mungkin yang lihat gambar ini akan kaget kalau aku katakan bahwa mereka itu adalah ..............WARIA bo......

Kapalnya memang mewah, saat pertama berangkat, yaitu gathering tahun 2001 lalu, aku dapat kamar dibawah, diatas permukaan laut sedikit, jendelanya juga kecil. Karena jendelanya kecil, ya kamarnya juga dapat kamar yang kecil, kelas ekonomi gitu. Maklum termasuk jajaran karyawan kelas ekonomi kali. Sementara kelas Direksi di balkon, kayak kamar hotel bintang 5, ada TV, kulkas dll.
Hebatnya itu kapal ketika jalan, kalau kita sedang dikamar yang kecil tadi, nggak terasa kalau kapal itu lagi jalan. Hening, tenang dan asyik gitu.Wah.. baru kalau kita keluar nengok dunia, kita berasa kalau kita lagi berjalan.
Kapalnya bersih, terawat maklum baru. Katanya yang punya itu pemerintah Singapura dan Genting Highlandnya Malaysia. Genting Highland Malaysia itu adalah suatu kawasan di Malaysia yang ada diatas bukit yang terpisah dari daratan Melayu, khusus kawasan ini bagaikan Las Vegas, maksudku kawasan ini adalah untuk berjudi! Untuk mencapai Genting itu harus pake kendaraan kereta gantung. Konon katanya yang boleh berjudi adalah orang-orang ras tertentu saja, masyarakat melayu tidak diperkenankan.

Kembali ke masalah “Star Virgo”, jangan tanya soal makanan, melimpah! Tapi kita harus extra hati-hati, masalahnya kalau kita sembrono bisa-bisa ada daging yang nggak boleh kita makan, eh.... masuk nyelonong tanpa permisi. Untung memang banyak temen-temen yang Chinese pada ngasih tahu kalau ini atau itu mengandung B2, jadi paling tidak kita selamat. Mangkanya kalau lagi iseng, jam berapa aja kita keliling aja lalu mampir deh di restorannya, makan sepuasnya.

Sekarang masalah daerah yang dikunjungi, Malaysia. Aku pergi ke Kuala Lumpur, melihat-lihat kotanya disana. Kecil ya? Tapi tertib dan bersih banget deh. Kita jalan-jalan di Twin Towernya Malaysia yang kesohor itu. Aku sebenernya jadi iri melihat negara jiran itu. Betapa tidak, negara itu begitu hebat menurut ukuran negeriku tercinta ini. Tertib, teratur, bersih dan punya “harga diri”. Malaysia tidak memerlukan bantuan IMF, bantuan Amerika sehingga karenanya dia juga berani menentang Amerika yang Fir’aun masa kini itu. Mereka tidak takut dan mereka melepas ketergantungan kepadanya. Kita? Nunut bae....
Pembangunan Malaysia sungguh mengagumkan, sekarang negara itu diperhitungkan dunia di dunia ekonomi, sunguh membanggakan. Income per Capitanya juga tinggi, jauh sama Indoneia raya ini, padahala dulu, waktu baru lepas dari Inggris, mereka itu bergurunya ke kita. Perguruan tinggi mereka itu dulunya berguru dari kita, dari para professor Gama katanya. Sekarang? Kayak terbalik deh....(tentang pergi yang kedua kalinya kesana nanti aku posting lagi lain kali, seru sampai ke Thailand. Aku bilang seru kenapa, ya karena jalan-jalan, nggak mikirin kantor he.he.he)

Singapura.
Untuk kali pertama aku menginjakan kaki di negeri ini setelah dari hari kehari, dari bulan kebulan dan dari tahun ketahun mendengar tentang bagusnya Singapura. Memang sih bersih kotanya, teratur, disiplin. Hukum berjalan semestinya walaupun sebagian penduduknya mengeluh dengan mengatakan negeri ini adalah negeri dengan julukan “fine city”, kota denda! Segala-gala denda, segala gala denda. Satu hal yang dibanggakan negara ini adalah, negara ini menjadi pusat perbelanjaan bagi daerah Asia Tenggara, tepatnya untuk belanja elektronik dan fashion. Menurutku lain tidak, itu saja. Cuman jangan sembrono beli disini, meraka tahu kalau kita datang dari Indonesia, kalau kita belanja di daerah pertokoan yang bukan mall, setingkat Tanah abang lah gitu, kita akan “dimakan” oleh mereka. Ditipu habis-habisan. Kadang mereka menantang perang mulut, kalau perlu mereka mengundang kita untuk berantem fisik. Bener lho. Tapi mereka berharap kita yang melakukan duluan, bukannya mereka. Kenapa? Karena kalau kita yang memukul duluan, urusannya penjara! Tanpa basa basi dulu, penjara aja masuk duluan, urusan belakangan.
Yang lebih memilukan adalah, pasar yang dituju adalah INDONESIA. Lucu ya, katanya negara kita ini lagi krisis, tapi memang kalau ada event-event khusus selalu diselaraskan dengan liburan di Indonesia. Jadi apapun namanya, Indonesia adalah kaya, wong mereka menganggap kita ini adalah potential buyer.

Yang lucu dan ngenes adalah, saat pulang ke negeri tercinta ini, hm….. begitu sampe di Bandara Cengkareng, didepan mata udah tampak lagi semrawut, debu, ketidak disiplinan, ojeg de el el yang bikin kepala ini puyeng……

Reza hari ini

Alhamdulillaah, saya senang sekali melihat perkembangan enca akhir-akhir ini. Waktu itu Pak Diding bilang (pada saat pertemuan hari minggu 16/7/06, satu hari menjelang tahun ajaran baru dimulai 17/7/06), “Kita lihat besok dan seterusnya ya Pak, saya yakin Reza akan berubah, kita jadikan rapot kemarin sebagai acuan, index lah gitu.” Katanya.

Hari pertama dia masuk, belum belajar. Hari kedua ada PR matematika, itu pelajaran yang sangat dia hindari, atau mungkin dia benci.
Biasa, begitu pulang kita tanya,
“Ada PR?”
“Ada”
“Apa ?”
“Matematika” katanya datar tanpa expressi.
“Udah dikerjain?”
“Udah”
“Mana papah lihat!”
Lalu dia mengambil bukunya dan hasilnya setelah dilihat betul 100 %
“Ini enca ngerjain sendirian, sama teman atau nyontek?”
“Sendirian”
“Dimana ngerjainnya?”
“Disini, dikamar”
Aku sedikit kaget, ya kaget.
Alhamdulillah, baru hari kedua dia sekolah ternyata perubahannya cukup dramatis. Itu tadi, dulunya dia itu sangat menghindar sama matematik.

Beberapa hari kemudian dia dapat lagi PR Matematik. Tahu-tahu dia datangi kamarku sambil bawa buku matematik. Waktu itu aku baru datang dari kantor sekitar jam 19.00
“Ada PR”
“Apa”
“Matematik”
“Wah, udah dikerjain belum”
“Baru sebagian, ada yang nggak ngerti”
Begitu aku lihat soalnya, lalu aku terangin yang menurut dia tidak mengerti.
“OK, sekarang mengerti nggak”
“Ngerti”
“Coba kerjain sampai selesai seluruh soalnya”
Dia kerjain.
Kurang lebih sepuluh menit dia menyodorkan hasil kerjanya dan…… benar. Subhanallaah...
Kontan aku syujud syukur. Ya ALLAH, terima kasih atas karuniaMU, anakku sekarang telah dibuka “otaknya” yang selama ini menurutku terselubung, atau ada sesuatu yang menghalangi. ENGKAU mendengar doaku dan mengabulkannya. Terima kasih ya ALLAH.

Sekarang, dia sangat senang degan matematika. Les pun dirumah maunya matematika terus, padahal kita les kan dia untuk 4 mata pelajaran : matematika, fisika, biologi dan bahasa inggris.
PR demi PR dia kerjakan dengan senang hati dan relatif mengkonsumsi waktunya hanya sebentar. Dulu, ngerjain 5 soal saja bisa 2 jam dan mengecewakan lagi hasilnya!

Terima kasih ya ALLAH.

Saturday, August 12, 2006

Seri Diskusi : WAKTU

Abis tiarap nih seminggu.

Hehe.. sehabis tiarap, terbitlah diskusi.

Bismillaahir rahmaanir rahiim,

Sesuai firmanNYA didalam Al Qur’an, naiknya Malaikat untuk menyerahkan “laporan” atas diri manusia memerlukan waktu satu hari untuk mencapai ‘Arsy, dan waktu satu hari itu menurut ukuran manusia adalah sama dengan 1,000 tahun.

· QS 22:47 :”……Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti 1,000 tahun menurut perhitunganmu.

· QS 32:5 “ DIA mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNYA dalam 1 hari yang kadarnya adalah 1,000 tahun menurut perhitunganmu

Mari berhitung.

Malaikat adalah mahluk energial, maksudnya dia diciptakan oleh ALLAH dari energi yaitu cahaya, bukan sebagaimana kita, mahluk material, mahluk yang diciptakan dari materi. Karena Malaikat diciptakan dari cahaya, maka pasti kecepatan geraknya adalah sama dengan kecepatan cahaya, atau bahkan mungkin lebih.

Kecepatan cahaya menurut ilmuwan adalah 300,000 km perdetik, itu artinya cahaya mampu mengelilingi bumi di garis khatulistiwa sebanyak 7.5 kali dalam 1 detik!. Dalam 1 hari kita punya 24 x 60 x 60 detik, sama dengan 86,400 detik. Jadi dalam sehari cahaya kita akan menempuh jarak 86,400 x 300,000 km atau sama dengan 2,592,000,000 km (dua milyard lima ratus sembilan puluh dua juta km). Jadi Malaikat dalam hal ini menempuh perjalanan 2,592,000,000 x 365 x 1,000 = 9,460,800,000,000,000 (itu berapa km namanya ya ? sembilan nggak tahu namanya empat ratus enam puluh triliun delapan ratus milyard km) dalam 1 hari saja. Itu analoginya. Kenyataannya ? Wallahu ‘alam.

Atau ada lagi firman ALLAH, orang-orang miskin yang bertaqwa akan masuk ke syurga lebih dulu setengah hari dari orang-orang kaya yang bertaqwa, yaitu kalau menurut hitungan dunia adalah sebanyak 500 tahun! Persamaannya kan setengah hari sama dengan 500 tahun, jadi kalau 1 hari sama dengan 1,000 tahun.

Ada lagi, saat manusia yang telah meninggal dibangkitkan dari alam kubur saat setelah qiamat yaitu alam mahsar, manusia ditanya olehNYA, berapa lama kamu tinggal di bumi, manusia menjawab (QS 20:103)::”…..kami tidak berdiam melainkan hanya sepuluh hari…” padahal itu telah berlangsung ribuan tahun! Ini relativitas waktu atau beda waktu karena dimensinya yang lain?

Kembali ke perhitungan hari tadi, ALLAH menyampaikan bahwa perjalanan Malaikat ke ‘Arsy memakan waktu 1 hari yang dalam perhitungan manusia adalah 1,000 tahun. Dari konteks ini saya berpikiran bawa, dunia Malaikat memiliki dimensi waktu yang berbeda dengan kita. Analogi saya mengatakan bahwa, kalau satuan hitung dunia yang namanya satu hari itu sama dengan berputarnya bumi pada porosnya sehingga setelah 24 jam, si bumi ini berputar dia akan kembali ke “posisi semula terhadap matahari” dan setelah melewati 360,25 kali berputar, si bumi ini akan kembali pada titik dimana ia berada, karena ia disamping berputar pada porosnya, juga “terbang” mengelilingi matahari. Mengapa saya memberi tanda kutip pada kalimat “posisi semula terhadap matahari”? Karena saat ia bertemu lagi pada matahari, ia telah jauh dari posisi kemarin karena “terbang”nya si bumi ini dalam perjalanan mengelilingi matahari. Iya kan ?

Nah itulah disebut hari, disebut tahun. Tegasnya, hitungan hari dan tahun didasarkan pada bola dunia ini berputar pada porosnya dan berjalan/mengorbit matahari. Hanya itulah yang kita tahu untuk menghitung waktu.

Sekarang ALLAH berfirman bahwa, 1 hari Malaikat naik ke langit sama dengan 1,000 tahun menurut perhitungan manusia. Menurut saya jelas definisinya berbeda. Maksud saya, waktu didunia dihitung berdasarkan berapa lama bumi berputar pada porosnya dan berapa lama bumi “terbang” mengelilingi matahari, nah kalau waktu Malaikat? Mungkinkah disitu dihitung berdasarkan sesuatu yang berputar pada dirinya sendiri dan sesuatu itu juga mengelilingi sesuatu . Atau mungkin yang sederhana adalah tetap, waktu dunia yang dipakai, hanya jarak yang sedemikian jauh yang bila dilakukan oleh manusia naik kendaraan angkasa yang kecepatnnya sama dengan 300,000 km bagi Malaikat hanya butuh 1 hari ? Menurut saya ini tidak, karena ayat ini kan diturunkan 1500 tahun yang lalu dimana teknologi belum seperti saat ini sehingga kita tahu ada suatu kecepatan yang dapat melaju sedemikian cepatnya yaitu cahaya. Saya yakin, bila ada wahana yang dapat sedemikian cepat melaju dan manusia naik kendaraan cepat seperti itu, tak akan ada mampu yang mampu duduk anteng didalamnya, mungkin badan manusia bisa akan berantakan tak berujud! Bukankah kendaraan wahana antariksa sekarang baru mencapai kecepatan 20,000 km/jam? Jadi menurut saya tetap pada kemungkinan pertama, yaitu sesuatu yang berputar pada dirinya sendiri dan sesuatu itu juga mengelilingi sesuatu. Kalau yang itu menurut hipotesa saya berlaku, bisa dibayangkan, berapa besarnya sesuatu itu, baru sekali putar pada porosnya saja sudah memakan waktu bumi 1,000 tahun! Sekarang, berapa besar sesuatu yang dikelilinginya, atau, berapa jauh sipengeliling itu memiliki jarak dengan pusat yang dikelilinginya? Bisa membayangkan ? Jika bisa dibayangkan, berapa lama si sesuatu itu sampai pada titik yang sama dalam kurun perputarannya mengelilingi sesuatu itu? Hanya DIA yang mengetahui....

Kalau bisa dibandingkan, ini hanya semacam perbandingan, di dunia saja, ada yang mengatakan, garis tengan alam semesta ini katanya memiliki panjang 30 milyard tahun cahaya? Itu baru di alam nyata ini. Kalau memang bisa di”duga” benar sekian, jadi berapa km ya? Subhanallaah...kalkulator saya nggak mampu menghitungnya!. Subhanallaah.... Dan DIA tidak merasa berat dengan memelihara itu semua (QS 2:255)! Subhanallaah...

Saya yakin sekali disini bahwa, ALLAH telah menyatakan dalam firmanNYA bahwa Malaikat tadi memerlukan 1 hari untuk sampai di Arsy’, itu artinya bahwa, ALLAH menginformasikan kepada kita bahwa Malaikatpun butuh waktu untuk sampai ke Arsy’. Tentunya DIA dalam meyampaikan informasinya tentang waktu tersebut didasarkan pada sesuatu, yaitu waktu itu sendiri.

Saya juga jadi rada bingung nih mengungkapkannya.

Begini, Kalau ALLAH menyatakan bahwa Malaikat perlu 1 hari untuk mencapai Arsy’, itu artinya ALLAH membagi-bagi atau memenggal menggal waktu, artinya penggalan waktu kemarin, hari ini, besok dan seterusnya. Betul ? Pertanyaannya maka, waktu yang di informasikan ALLAH itu berdasarkan apa? Menurut saya, ya itu tadi sesuatu yang berputar pada dirinya sendiri dan sesuatu itu juga mengelilingi sesuatu

Benar kata pepatah, janganlah kita menyia-nyiakan waktu, membuang-buang waktu, rugi! Nampaknya sepele ya waku 1 detik, padahal dengan 1 detik itu, cahaya bisa mengelilingi bumi sebanyak 7.5 kali dan atau yang lebih sederhana, 1 detik itu bumi telah berputar pada porosnya sejauh 1,600 km lebih, atau sejauh 170,000 km bumi ini melayang di angkasa mengelilingi matahari. Fantastis kan? Itu hanya 1 detik!

So, sampai saat ini, dibenak saya selalu menggantung tanya, jadi di dimensinya yang lain itu tetap ada “orbit”, sesuatu yang berputar pada dirinya sendiri dan sesuatu itu juga mengelilingi sesuatu, dan tentunya jauh lebih dahsyat ?. Saya pernah posting di blog ini, DIA menciptakan bumi ini dalam 6 masa, dan kata para ilmuwan sampai saat inipun berpendapat bahwa pembentukan alam semesta ini belum selesai. QS 7:54: “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah ALLAH yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu DIA bersemayam di atas 'Arsy’ Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-NYA. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak ALLAH. Maha Suci ALLAH, Tuhan semesta alam.” Jadi kita ada di masa yang keberapa saat ini? Ke satu, dua, tiga atau yang mana? Ya ALLAH, betapa mutlaqnya ENGKAU, taqdirkanlah senantiasa aku ini selalu ingat kepadaMU, selalu menyebut namaMU, selalu tasbih atasMU. Jadikanlah aku sebagai hambaMU yang engkau panggil dengan ulil albaab.....

Monday, August 07, 2006

Alhamdulillaah sudah sehat kembali

Hari Senin ini, 7/8/06 aku baru masuk kerja lagi setelah hampir 4 hari disuruh istirahat oleh DIA. Aku dirumah tidur dan istirahat, benar-benar istirahat karena aku bisa tidur siang dan membaca buku yang aku baru beli. Rupanya DIA memberi kesempatan aku untuk baca buku tersebut, yang aku baca adalah "Sempurnanya kepribadian Rasulullah SAW". Dalam kata pengantarnya yang dibuat oleh Prof. yang orang Indonesia sini (buku itu ditulis oleh penulis yang hidup masa tahun 500 hijriah, jadi udah tua sekali itu buku), katanya mambaca buku ini serasa Rasulullah ada ditengah kita, rasanya beliau masih hidup. Benar, membacanya enak sekali, ternyata beliau itu sedemikian mulianya, tak heran saat beliau meninggal, sahabat Umar bin Khatab "ngamuk" tidak percaya bahwa beliau yang mulia itu yang juga seorang nabi dan rasul bisa meninggal seperti kita manusia biasa. Itu menandakan bahwa, betapa sangat cintanya para sahabat itu kepada beliau rasulullah. Bukunya tebal sekali dan isinya cukup detil sampai mengenai sosok beliau dirinci : gigi beliau bagaimana, badan beliau, kaki beliau, tangan beliau dan sebagaimanya, bahkan ceritain juga ranjang beliau terbuat dari apa dan ternyata beliau juga kadang suka bercanda (tentunya canda beliau nggak kayak kita), suka juga iseng bahkan beliau juga suka mewarnai rambut dan jenggot pake daun-daunan. Menyentuh sekali...
Sekarang, Insya ALLAH aku bisa kerja kembali seperti biasa.
Assalamu'alaikum.........

Wednesday, August 02, 2006

My beloved fam



Foto-foto yang nampak adalah:

Kiri, lukisan enca waktu dia SD kelas 3, katanya gambar hutan. Dia sebenarnya punya bakat seni yang baik, kalau menggambar, gambarnya bagus (stidaknya untuk ukuran usia dia), sayangnya sekarang dia nggak pernah lagi gambar. Waktu psycho test, nampak memang dia punya rasa estetika yang baik, misalnya untuk kesenian, menggambar dll. sementara abangnya mengakui bahwa dia gak bisa gambar.

Nah Gambar sebelah kanan adalah gambar yang masih gress, OQ, mamah, enca. Diambil baru-baru ini di studio. Udah pada gede ya?

Kadang kalau kumpul dirumah suka rada kesel melihat mereka disuruh melakukan yang kita inginkan lelet banget, tapi kalau lagi jauh, terus ditelepon, mendengar suaranya di telepon rasanya trenyuh banget, kangen, suka pingin nangis..

Senengnya kalau lagi kumpul itu, pergi kemana gitu, makan di luar atau apa lah, wah rasanya gembira banget.

Nak, semoga kalian jadi anakn yang sholeh ya...